Kisah
Di Universitas Sihir Ranoa, Nanahoshi bersembunyi di balik samaran "Topeng Putih" dan terhubung dengan Orsted. Setelah mengetahui bahwa Rudeus juga berasal dari dunianya, ia menjalin aliansi dengannya dan mulai bertukar pengetahuan (dialah yang memasoknya gulungan pemanggilan roh). Rudeus menjadi cadangan mana baginya dalam studi teleportasinya yang panjang.
Bersama Perugius dan para pelayannya, ia menghabiskan bertahun-tahun menyempurnakan sebuah lingkaran sihir Teleportasi raksasa yang mampu memulangkannya. Ketika hari kepulangan tiba, ritual itu tiba-tiba gagal: lingkaran itu dipenuhi cahaya hitam lalu padam, seakan ada yang mencegat mananya, dan Nanahoshi tetap tinggal di dunia ini.
Ia tidak patah semangat: ia telah memperhitungkan kemungkinan ini bahkan lebih awal (diperingatkan oleh Rudeus dari masa depan) dan telah menyiapkan jauh-jauh hari sebuah buku catatan, "Hipotesis tentang Kegagalan di Tahap Akhir". Dari hipotesis ini lahir teori "Tujuh Bintang"-nya: perpindahan itu mengikat dalam waktu beberapa orang dari dunianya (termasuk Nanahoshi sendiri, Rudeus, dan seseorang bernama Shinohara Akito), dan mungkin ia hanya bisa kembali bersama mereka, atau dengan menciptakan sesuatu yang lebih. Perugius bersumpah demi gelar Raja Naga untuk menyempurnakan lingkaran itu. Hingga akhir hayat Rudeus, kebenaran tentang Insiden Teleportasi tetap belum terpecahkan, tetapi Nanahoshi tidak melepaskan hipotesis-hipotesisnya.