Lewati ke konten
Karakter

Lust

Nama lain: Lust · Sim Samho · Sin Grimoire

Jenis
Grimoir dosa (Tujuh Dosa)
Kekuatan
Hasrat seksual dan pengendalian pikiran
Kelemahan
Tanpa kemampuan tempur atau regenerasi
Tujuan
Melahirkan makhluk sempurna (Iblis Surga)
Penyamaran
Sim Samho, penguasa kekaisaran timur

Deskripsi

Lust adalah salah satu dari Tujuh Dosa, kumpulan grimoir dosa yang juga mencakup Pride (Superbia). Ia memanifestasikan kekuatannya melalui stimulasi seksual: tidak ada pria yang mampu menahan keindahannya yang memukau, dan kehadirannya saja sudah cukup untuk memperbudak kehendak seluruh kekaisaran. Dua 'fungsi' utamanya adalah hasrat seksual dan kontrol pikiran; tidak seperti Pride, ia tidak memiliki kemampuan tempur maupun regenerasi sendiri, dan hal inilah yang pada akhirnya menjadi kehancurannya.

Tujuan keberadaan Lust adalah untuk 'melahirkan' makhluk yang sempurna. Seperti Pride, ia mengejar mutlak yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda: jika Pride mencarinya melalui tubuhnya sendiri, Lust mencarinya dengan cara melahirkannya. Ia melahirkan anak-anak yang melampaui orang tua mereka dan selama berabad-abad mempraktikkan inses di antara keturunannya sendiri, menciptakan monster yang melampaui spesies mereka. Ia pada dasarnya adalah sebuah inkubator yang bagi dirinya anak-anaknya sendiri hanyalah serangkaian 'percobaan dan kegagalan', batu penjuru bagi makhluk akhir yang akan datang; ia tidak merasakan emosi keibuan sama sekali. Selama seribu tahun gennya telah menyatu dengan rakyat benua timur, dan 'ciptaan gagalnya' melahirkan ras-ras kuno: Ulfheonar, Arva, Vulcans.

Di benua timur, Lust secara diam-diam memerintah sebuah kekaisaran dengan nama manusia Sim Samho, memegang seluruh keluarga kekaisaran — keturunannya sendiri — dalam cengkeramannya. Ketika penurunan konsentrasi mana mengancam rencana besarnya, ia melancarkan proyek 'Heaven Demon': untuk melahirkan satu makhluk yang mampu terlahir kembali sebagai dewa agung bahkan di dimensi lain, ia memicu mutasi skala besar di seluruh benua timur, mengubahnya menjadi pabrik 'bahan baku'. Hal ini menjadikannya ancaman langsung bagi seluruh dunia material dan musuh utama Theodore dalam busur timur.

Selama perang, Lust secara pribadi muncul di Kastil Hyeongan dan menculik Sylvia, melihat dalam dirinya sebuah makna khusus yang bahkan tidak diketahui Theodore dan sebuah 'wadah yang sempurna'. Veronica hampir menjadi budaknya dan diselamatkan hanya oleh 'ikatan' — kontraknya dengan Theodore yang melindungi jiwanya. Theodore melakukan negosiasi suram dengan Lust demi kebebasan Sylvia dan menyiapkan jebakan terlebih dahulu: dengan kedok sebuah kesepakatan, ia menanamkan mantra 'Kehancuran Bersama' ke dalam 'benihnya'. Ketika heaven demon yang ia lahirkan dikalahkan, mantra itu aktif; tanpa fungsi tempur dan regenerasi, terbakar dan tercabik-cabik, Lust tidak dapat menyembuhkan dirinya — kulitnya mengering seperti plester dan ia hancur berkeping-keping, secara tidak dapat diubah, di hadapan Theodore.

Kekuatan dan kelemahan

Lust menaklukkan korbannya melalui hasrat seksual yang tak tertahankan: tak seorang pria pun bisa menahan kecantikannya, dan satu tatapan saja cukup mengubah seseorang menjadi boneka. Bahkan Theodore dibutakan oleh sensualitasnya, dan Sylvia — serta nyaris Veronica — jatuh dalam pesonanya. Hanya mereka yang jiwanya sudah terikat pada orang lain yang mampu menahannya, seperti Veronica, yang kontraknya dengan Theodore tak menerima kekuatan mistik grimoir mana pun.

Namun, tak seperti Keangkuhan, Lust tak memiliki kemampuan tempur langsung maupun regenerasi. Keangkuhan akan menyembuhkan luka apa pun seketika; Lust tidak bisa. Tertembus Roket Sihir, ia hanya terus berbicara tetapi tak mampu memulihkan diri. Justru kerentanan inilah yang membuat ajalnya tak terbalikkan: ketika jebakan Theodore terpicu, tubuh grimoir yang terbakar dan terkoyak itu mengering dan hancur berkeping-keping.

Sang inkubator dan Iblis Surga

Lust adalah sebuah «inkubator»: ia melahirkan keturunan yang lebih kuat dari induknya dan selama berabad-abad mempraktikkan inses dalam garis darahnya untuk membiakkan hibrida mutlak. Kekuatan bukan tujuan baginya, melainkan sarana: ia merebut basis kekuatan (satu kekaisaran timur utuh yang keluarga penguasanya adalah anak-anaknya) agar bisa mengejar tujuan keberadaannya dengan tenang. Banyaknya «ciptaan gagal»-nya selama seribu tahun melahirkan ras-ras kuno — Ulfheonar, Arva, Vulcan.

«Iblis Surga» bukan nama sebuah makhluk, melainkan sebuah proyek. Menyadari potensinya di dimensi ini nyaris habis, Lust mencurahkan seluruh sumber dayanya untuk melahirkan satu makhluk yang mampu terlahir kembali sebagai dewa agung di dimensi lain. Mutasi berskala besar di benua timur hanyalah pasokan «bahan» untuknya. Bahkan iblis surga yang sengaja dibuat cacat pun memberi data untuk menyesuaikan tubuh utamanya. Theodore menghancurkan baik iblis surga maupun Lust sendiri, memutus seluruh rancangannya.

Hubungan

Tersedia dalam bahasa

diperbarui 28 Juni 2026