Lewati ke konten
Karakter

Maizel Walt

Nama lain: Eighth Generation

Peran
Kepala ke-8 Wangsa Walt; jenderal musuh (ayah Lyle)
Afiliasi
Wangsa Walt / Kerajaan Banseim
Skill
Anti-Skill (melumpuhkan semua Skill, termasuk miliknya)
Senjata
Pedang saber (bermuatan petir); ahli taktik ulung

Deskripsi

Maizel Walt adalah kepala Wangsa Walt yang berkuasa — generasi kedelapan — sekaligus ayah kandung dari Lyle maupun Celes, serta putra Brod (generasi ketujuh, yang kesadarannya berada di dalam Permata biru keluarga). Seorang jenius sejak masa kecilnya, Maizel begitu berbakat dan mandiri hingga bahkan ayahnya yang termasyhur, Brod, merasa terkalahkan dan tak mampu menjangkaunya; keretakan diam itu mendefinisikan masa muda Maizel, sebab ia mengagumi ayahnya dari kejauhan namun tak pernah bersandar padanya. Setelah dewasa, ia menjadi komandan paling ditakuti di kerajaan Banseim, tak pernah kalah dalam satu pertempuran pun sejak kampanye pertamanya. Karisma, deretan kemenangan, dan pasukannya yang terlatih dalam perang menjadikan kekuatan Wangsa Walt sebagai 'pasukan terkuat Banseim'.

Kemampuan yang mendefinisikan Maizel adalah Anti-Skill yang begitu kuat dan unik: sebuah Skill yang sepenuhnya menghalangi orang lain menggunakan Skill mereka. Ia begitu dahsyat hingga Maizel sendiri tak bisa menggunakan Skill, alat sihir, maupun Permata biru — ia bertempur hanya dengan kekuatan bela diri murni, menghunus sebilah pedang saber (yang bisa ia isi dengan petir) alih-alih mengandalkan kemampuan. Sebagai ahli taktik ia terkenal dengan doktrin 'membunuh dengan serangan pertama' yang menghancurkan dan sejumlah formasi tempur khasnya; dengan mengaktifkan Anti-Skill-nya lebih awal, ia membuat pasukan musuh yang tak teratur langsung runtuh, sementara pasukannya sendiri yang disiplin memanfaatkan momen saat Skill musuh tertekan. Kakeknya, Brod, pernah mencoba menariknya pada senjata api dan unit mesiu, tetapi Maizel menolaknya — sebagian karena senjata api dan alat sihir akan berbenturan secara kacau dengan taktik penekan-Skill miliknya.

Terhadap keluarganya, Maizel terbelah dengan tajam: dingin dan menjauh terhadap putranya Lyle, tetapi memanjakan dan menuruti putrinya Celes, yang telah jatuh di bawah pesona/kendali wanita bernama Xenoa dan mengendalikannya lewat itu. Dalam perang saudara yang memuncak antara Baim (wilayah Lyle) dan Wangsa Walt, Maizel memimpin sendiri invasi itu, menyampaikan pidato yang berapi-api kepada puluhan ribu prajurit setia. Namun di medan tempur tempat Skill dinetralkan oleh kekuatannya sendiri, Lyle beralih ke senjata yang justru dipandang rendah Maizel — senapan dan meriam — untuk menembus barisannya. Maizel, yang telah meremehkan kekuatan industri Baim yang sesungguhnya, dikepung dan tewas di Baim (jasadnya tak pernah ditemukan oleh pihaknya sendiri), dan pasukan Wangsa Walt pun menyerah. Kematiannya bukanlah akhir: Celes yang berduka dan hilang akal kemudian membangkitkan jasad Maizel bersama jasad istrinya, Claire, menerjunkan mereka sebagai komandan mayat hidup bermata hampa dalam legiun kematiannya, memaksa Lyle menghadapi ayahnya untuk terakhir kalinya.

Linimasa

  1. Bab 2

Hubungan

Tersedia dalam bahasa

diperbarui 6 Juli 2026