Perjalanan Cerita
Setelah Insiden Teleportasi, Ruijerd menemukan Rudeus dan Eris yang terdampar di Demon Continent, menyalakan api unggun, dan menyelamatkan anak-anak itu. Meski Rudeus curiga (yang oleh Man-God dihasut agar memercayai «pria yang paling dekat»), ia bersumpah mengantar anak-anak itu ke kampung halaman mereka, di ujung dunia yang lain. Maka lahirlah kelompok Dead End: Ruijerd, Rudeus, dan Eris mengembara selama tiga tahun dari Demon Continent, melintasi Millis Continent, hingga ke Asura Kingdom.
Rudeus sengaja menonjolkan nama Ruijerd, melakukan segala hal baik «atas namanya» demi memperbaiki reputasi para Superd; maka muncullah julukan «Dead End» si Penjaga Ruijerd dan Eris si «Anjing Gila». Tepat di ambang pintu rumah, Ruijerd mengetahui dari Rudeus bahwa aib para Superd adalah sebuah kutukan, dan bahwa dengan memotong rambutnya ia telah melemahkannya. Di depan rumah Eris mereka berpisah: Ruijerd tinggal untuk mencari para Superd yang selamat dan memulihkan kehormatan bangsanya, serta membawa liontin Migurd milik Roxy sebagai kenang-kenangan.
Bertahun-tahun kemudian, Rudeus menemukan desa Superd yang hilang, dan di sana pula ia menemukan Ruijerd yang akhirnya berkumpul kembali dengan bangsanya. Dalam perang terakhir melawan Man-God, Ruijerd kembali bertarung berdampingan dengan Rudeus. Setelah kemenangan, ia tinggal untuk membangun kembali desa Superd, menjadi perwakilannya dalam perundingan dengan Kingdom of Beheyril, dan menjalin kedekatan dengan keluarga Greyrat: Norn selalu membuntutinya ke mana-mana. Zanoba dan Norn menerbitkan «Kisah-Kisah Ras Superd», dan reputasi bangsa itu perlahan membaik.