Kisah
Mengetahui penyakit ayahandanya, sang raja, yang tak tersembuhkan, Ariel kembali ke Asura untuk memperebutkan takhta. Rudeus, yang telah bersekutu dengan Orsted (yang membutuhkan Ariel sebagai ratu demi mencegah krisis kerajaan di masa depan), mendukungnya. Di ibu kota Ars terjadi pertarungan menentukan dengan faksi Darius.
Dalam sepuluh hari Ariel menyiapkan sebuah “acara”: sebuah resepsi untuk mendatangkan Pergius ke kerajaan dan menjatuhkan Darius. Musuh — Dewa Air bayaran Reida dan para Dewa Utara (Ober dan lainnya) — menyerang; mereka dipukul mundur dan dikalahkan oleh Rudeus, Eris, Sylphie, dan Ghislaine. Darius dikalahkan, Pergius diterima, Gravel diungguli.
Kemenangan termeterai: Ariel menjadi pewaris yang tak terbantahkan dan, pada waktunya, Ratu Asura. Sylphie secara resmi melepaskan jabatan pengawalnya dan kembali ke keluarga; Luke menjadi kepala Wangsa Notos. Sejak itu, Ariel tetap menjadi sekutu yang dapat diandalkan bagi Rudeus dan Orsted, membantu mengumpulkan kekuatan untuk perang mendatang melawan Laplace, dan bersama Rudeus mendirikan universitas negeri.